Suamiku Menyelamatkan Wanita Lain Saat Darurat, Lalu Diam-Diam Merebut Rute Impianku dan Memberikannya Kepada Dia
Tiga hari setelah Rania pindah ke apartemen kami, aku mengetahui bahwa Arga telah mengambil sesuatu yang jauh lebih besar daripada […]
Tiga hari setelah Rania pindah ke apartemen kami, aku mengetahui bahwa Arga telah mengambil sesuatu yang jauh lebih besar daripada […]
Aku berlari keluar dari ruang arsip sebelum Raka sempat menyelesaikan kalimatnya. Bukan berlari seperti saat latihan pagi. Tidak ada langkah
“Apa maksudnya kejadian tiga hari lalu?” Pertanyaanku membuat suasana yang tadi dipenuhi tawa mendadak sunyi. Petugas muda yang keceplosan itu
Aku membaca pesan itu berulang kali sampai huruf-huruf di layar terasa kabur. “Semua rekaman CCTV malam kebakaran sudah kuhapus. Nadira
“SATU DARI KALIAN HARUS TINGGAL.” Tulisan itu membuat tengkukku dingin. Nova berdiri di sampingku tanpa bergerak. Jemarinya masih mencengkeram lenganku
Sejak pagi itu, aku tidak pernah lagi percaya bahwa kematian selalu datang setelah seseorang mengucapkan selamat tinggal. Kadang-kadang, orang yang
Dimas menjerit sambil mencengkeram tanah yang basah. Kukunya menancap ke lumpur, tetapi benang putih yang melilit pergelangan kakinya terus menarik
Sari tidak tahu berapa lama ia berdiri di depan pintu kamar Alya. Hujan masih menghantam genteng. Udara malam Bogor terasa
Jeritan Armand hanya berlangsung beberapa detik. Setelah itu, laut kembali dipenuhi nyanyian. Laras berdiri kaku di tepi geladak. Kedua tangannya
Ponselku kembali bergetar di atas meja. Panggilan ke tiga puluh delapan. Nama Raka muncul di layar. Aku membiarkannya sampai berhenti