Apabila perempuan simpanan suamiku mengandung, seluruh keluarganya menghalau aku keluar dari rumah
“Kalau semua sudah selesai bercakap… sekarang izinkan saya pula mengatakan satu perkara.” Aku berhenti seketika. Pandanganku jatuh tepat pada Adrian
“Kalau semua sudah selesai bercakap… sekarang izinkan saya pula mengatakan satu perkara.” Aku berhenti seketika. Pandanganku jatuh tepat pada Adrian
Suara sirene semakin dekat, tetapi bukannya merasa lega, aku justru semakin takut. Di balik pintu ruang cuci, Ardi tidak lagi
Sheikh itu masih tidak mengalihkan pandangannya daripada Lucía. Beberapa saat terasa seperti beberapa minit. Tiada siapa berani bersuara. Bunyi penghawa
Joaquin menolak pintu itu perlahan-lahan. Pada mulanya, dia menyangka fikirannya sedang mempermainkannya. Di tengah-tengah bilik yang luas itu, Jasmin berada
“Tolong… jangan bakar aku lagi. Aku janji akan jadi anak baik.” Suara itu begitu lirih hingga Ardi Pratama sempat mengira
Aku melihat sepasang mata sedang menatap lurus ke arahku. Untuk sesaat, otakku seperti berhenti bekerja. Mata itu tidak berkedip. Ada
Sepanjang makan malam itu, Alejandro hampir tidak menyentuh makanannya. Restoran di tingkat tertinggi sebuah hotel mewah di pusat Kuala Lumpur
Aku menyalakan livestream lalu masuk ke supermarket sambil menatap kamera dan tersenyum. “Teman-teman, hari ini aku akan belanja nol rupiah.”
Bocah kecil itu menendang kaca mobilku tepat ketika lampu lalu lintas berubah hijau. Usianya tak mungkin lebih dari lima tahun.
Bel rumah berbunyi tepat pukul delapan lewat tujuh belas menit. Aku sedang duduk di tepi tempat tidur Ibu ketika suara