ANAK KANDUNG SAYA MAHU MENGHANTAR SAYA KE HOSPITAL PSIKIATRI DEMI MERAMPAS….
Hendra Wijaya tidak tidur sepanjang malam itu. Dia berbaring dalam kegelapan, memandang siling biliknya sambil mendengar bunyi jam dinding yang
Hendra Wijaya tidak tidur sepanjang malam itu. Dia berbaring dalam kegelapan, memandang siling biliknya sambil mendengar bunyi jam dinding yang
Rania Utami berdiri di hadapan pagar rumah yang pernah dianggapnya sebagai tempat paling selamat di dunia. Pakaiannya masih lembap akibat
“Abang Adrian ke? Ayah saya kata, Pak Rahman juga datuk kandung saya.” Kata-kata kanak-kanak perempuan itu membuatkan Adrian terpaku di
Kirana menggenggam mikrofon dengan erat. Di hadapannya, lebih dua ratus orang tetamu sedang menunggu dengan penuh tanda tanya. Muzik yang
Wajah Adrian mendadak pucat ketika membaca pesan yang baru masuk ke ponselnya. Tangannya yang beberapa menit lalu begitu kuat mencambuk
“Kalau mereka belum mati, aku akan turun dan menghabisi mereka sendiri.” Suara Maribel terdengar begitu jelas dari atas jurang. Aku
Aku baru berusia enam belas tahun ketika mengetahui bahwa ayahku menerima uang dua ratus juta rupiah untuk menghancurkan hidup ibuku.
“Ulurkan tanganmu, Nisa! Jangan membuat Kakak mengulang perintah!” Suara Rina menggema di kamar mandi yang sempit. Aku berdiri gemetar di
Senyum Nadia membeku ketika seorang tamu menyebutnya sebagai anak buah Rani. Untuk sesaat, gadis itu lupa memasang wajah polos yang
“Maya, jangan macam-macam!” Bentakan Dimas menggema di halaman vila. Namun, untuk pertama kalinya setelah sembilan tahun menikah, Maya tidak lagi