Ibu Mertuaku Mengunci Pintu Kamar Saat Bayiku Menangis, Lalu Mengoleskan Racikan Buatannya Sambil Berkata, “Ini Cuma Reaksi Kulit.” Aku Merebut Anakku dan Menemukan Buku Hitam di Bawah Meja—Namun Nama Suamiku di Halaman Terakhir Membuat Seluruh Tubuhku Membeku
“Nadira jangan tahu sebelum tahap ketiga selesai.” Aku membaca kalimat itu sekali. Lalu sekali lagi. Tulisan tangan Arga. Tidak mungkin










