SELAMA DUA BELAS TAHUN AKU MENJAGA BAPA MENTUAKU YANG DIANGGAP TIDAK MEMILIKI APA-APA. NAMUN
Keesokan paginya, aku bangun sebelum azan Subuh berkumandang. Aku hampir tidak tidur sepanjang malam. Kunci kecil itu masih berada di […]
Keesokan paginya, aku bangun sebelum azan Subuh berkumandang. Aku hampir tidak tidur sepanjang malam. Kunci kecil itu masih berada di […]
Hendra meletakkan telefon bimbit lama itu di atas meja dengan perlahan. Skrinnya retak di satu sudut. Sarung belakangnya sudah pudar.
Malam itu, untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, Reza merasa seluruh hasil kerja kerasnya tidak berarti apa-apa. Ia duduk di tepi
“Sejak kapan anak pembantu rumah tangga kita diperbolehkan duduk dan makan di meja yang sama denganmu?” Suara Hendra Kalingga terdengar
Rian tidak menjatuhkan gelas sampanye di tangannya. Namun jemarinya mencengkeram batang gelas begitu kuat hingga buku-buku jarinya memutih. “Maya?” Satu
Bu Nur menatap putranya cukup lama sebelum akhirnya berbalik ke arah Rina. Ada sesuatu dalam tatapan perempuan berusia enam puluh
Keesokan paginya, aku keluar dari rumah seperti biasa. Aku menghantar Kirana ke sekolah terlebih dahulu. Sepanjang perjalanan, dia lebih banyak
Telefon Dimas masih berada di tangannya ketika wajahnya berubah pucat. “Kenapa akaun ni dibekukan?” Aku memandangnya tanpa memahami apa yang
Kirana menatap wajah Bu Ratna tanpa berkedip. Untuk pertama kalinya sejak ia mengenal perempuan itu delapan tahun lalu, ibu mertuanya
Malam itu aku tidak bisa tidur. Kalimat Mama terus berputar di kepalaku. Jangan takut mengambil keputusan jika itu yang terbaik