DI HADAPAN 60 TAMU, CALON IBU MERTUAKU MENUDUH IBUKU YANG TUNANETRA
“Jangan pulang. Hendra Wijaya masih hidup.” Aku membaca pesan itu tiga kali. Foto di layar memperlihatkan seorang pria yang selama
“Jangan pulang. Hendra Wijaya masih hidup.” Aku membaca pesan itu tiga kali. Foto di layar memperlihatkan seorang pria yang selama
“Aditya Pratama?” Aku membaca nama itu berkali-kali, berharap mataku sedang mempermainkanku. Kakakku meninggal sembilan tahun lalu akibat kecelakaan mobil di
Aku membaca surat itu berulang kali, berharap mataku salah menangkap maksudnya. Saya, Dinda Rahmawati, menyatakan bahwa Maya Rahmawati bukan ibu
“Kalau saja kamu tidak mengembalikan tas itu, Nara, rahasia yang kami kubur selama dua puluh delapan tahun mungkin tidak akan
“Ayah, kenapa nama Alya ada di gelang rumah sakit ini?” Pertanyaan itu membuat tangan Ayah berhenti bergerak. Sore itu, kami
Namaku tercetak jelas di atas kertas itu. Dinda Maharani. Tanggal kematian: 14 Februari. Enam bulan lalu. Padahal pada tanggal tersebut,
“Dian Wiratama?” Aku mengulang nama itu dengan suara bergetar. Kakakku meninggal sebelas tahun lalu akibat kecelakaan mobil di Yogyakarta. Aku
Aku menatap Arga tanpa berkedip. “Kak, jelaskan kenapa nama Kakak tercantum sebagai ketua yayasan yang baru berdiri tiga bulan lalu,
Tanganku gemetar begitu hebat sampai kuitansi itu hampir terlepas. Aku membaca nama tersebut untuk ketiga kalinya. Rafa Aldiansyah Pratama. Nama
Nama Nadia Pramesti terpampang jelas di layar ponselku. Aku membacanya tiga kali, berharap ada kesalahan. Di hadapanku, Nadia masih duduk