SEPUPU SAYA MENUMPANG DI RUMAH SELAMA EMPAT BELAS HARI, TETAPI APABILA
Telefon Karina masih terangkat ketika saya melangkah ke hadapannya. “Kalau kau nak beritahu seluruh keluarga, silakan,” kata saya perlahan. “Tapi
Telefon Karina masih terangkat ketika saya melangkah ke hadapannya. “Kalau kau nak beritahu seluruh keluarga, silakan,” kata saya perlahan. “Tapi
“Ya, saya yakin!” Jawapan saya membuatkan seluruh ruang tamu sunyi sepi. Leftenan Teguh Pratama memandang saya lama. Lelaki itu tinggi,
“Kau nak bawa mak aku pergi mana? Kau ingat sebab kau kaya, kau boleh sesuka hati ambil mak orang?” Suara
Malam itu, untuk pertama kalinya dalam empat tahun, aku melihat Nero bersiap menyerang sesuatu yang tidak bisa kulihat. Tubuh piton
Tamparan itu begitu keras hingga telinga kiriku berdenging. Untuk beberapa detik, suara kendaraan dan langkah kaki di area parkir Nusantara
“Lebih RM100,000 daripada jumlah itu sebenarnya datang daripada duit saya sendiri.” Saya menyebut ayat itu dengan tenang, tetapi wajah Nico
“Anindya…” Nama itu keluar dari bibir Surya Wijaya dengan suara begitu lirih, tetapi cukup untuk membuat istrinya yang baru tiba
“Ada alasan mengapa sejak kecil aku tidak pernah membiarkan siapa pun melihat tubuhku.” Kalimat itu keluar dari bibir Sari dengan
Pintu Toyota Alphard hitam itu terbuka perlahan-lahan. Seorang lelaki berusia lingkungan 35 tahun melangkah keluar dengan mengenakan sut kelabu gelap.
Saya menatap gambar itu berkali-kali, berharap apa yang saya lihat hanyalah salah faham. Namun, dua lelaki yang sedang membuka kepingan