SEORANG LELAKI KAYA MEMBAYAR SEORANG GELANDANGAN UNTUK MENJAGA KERETANYA….
“Siapa nama kamu?” Soalan itu kedengaran terlalu biasa, tetapi bagi Renato, sudah bertahun-tahun tiada sesiapa memandang tepat ke wajahnya dan
“Siapa nama kamu?” Soalan itu kedengaran terlalu biasa, tetapi bagi Renato, sudah bertahun-tahun tiada sesiapa memandang tepat ke wajahnya dan
Aku memandang Alexander lama, seolah-olah cuba memastikan aku tidak tersalah dengar. “Abang kembar kau?” Suasana di hadapan terminal VIP yang
Aku tidak berhenti walaupun suara Fernando memanggil namaku berkali-kali dari belakang. “Mariana! Berhenti!” Aku terus berjalan merentasi ruang tamu besar
Kata-kata Puan Mira di dalam rakaman itu membuatkan seluruh tubuhku membeku. “Kalau Samantha tahu bahawa ayah kalian sebenarnya orang yang
Dewan utama sebuah hotel lima bintang di pusat Kuala Lumpur berkilauan di bawah cahaya candelier kristal ketika keretaku berhenti di
Aku sadar ketika langit di balik jendela rumah sakit mulai berubah pucat. Hal pertama yang kurasakan bukan sakit. Melainkan kosong.
“Kalau kita berhenti sekarang, justru videonya gagal total.” Ucapan Maya membuat Arga menoleh tajam. “Kamu masih memikirkan video setelah kita
Aku tidak pernah menyangka satu kalimat Adrian akan membuatku membatalkan niat untuk langsung pergi dari rumah itu. “Apartemen itu bukan
Pesan itu terkirim pukul 14.37. Saya masih ingat persis karena tiga menit setelah kami meninggalkan Sumber Jaya, ponsel saya mulai
“Mak Tuti sudah cuba menukar penjaga sah Dava kepada dirinya sendiri.” Kata-kata Marini membuatkan tanganku yang memegang telefon terus kaku.