SAHABAT BAIK SAYA MEMPERTARUHKAN PERKAHWINAN SAYA DENGAN PERMAINAN TEKA GULA-GULA!
“Sebab aku cintakan Dimas.” Ayat itu keluar begitu mudah daripada mulut Sisca, seolah-olah tujuh tahun persahabatan kami tidak pernah membawa
“Sebab aku cintakan Dimas.” Ayat itu keluar begitu mudah daripada mulut Sisca, seolah-olah tujuh tahun persahabatan kami tidak pernah membawa
Pak Tejo berdiri kaku. Bibirnya bergerak-gerak, tetapi tiada suara yang keluar. Matanya yang sudah kabur dimamah usia memandang Gilang, kemudian
Encik Donato berdiri kaku di muka pintu sambil menggenggam lampu suluhnya. Tiga orang pengawal keselamatan di belakangnya juga saling berpandangan.
Saya menunggu sehingga bunyi langkah Rafael benar-benar hilang di hujung koridor sebelum membuka mata. Senyuman di bibir saya lenyap. Apa
Keesokan paginya, aku benar-benar kembali ke rumah sakit. Aku tidak tidur semalaman. Kotak kecil yang semula kupersiapkan sebagai hadiah ulang
Pagi pertama aku masuk ke sasana Muay Thai itu, aku hampir berbalik sebelum sempat menyentuh gagang pintu. Dari balik kaca
Aku baru saja meninggalkan pemakaman ketika sebuah pesan dari Arga masuk. Pulang sekarang. Kita harus bicara soal rumah ibumu. Aku
“Apa maksudmu dia tidak membiarkanmu tidur?” Suara Dimas terdengar begitu pelan, tetapi aku tahu kakakku sedang menahan amarah. Mobil berhenti
Aku tidak langsung bertanya siapa Alina. Aku hanya berdiri di depan meja resepsionis kantor cabang itu sambil menatap perempuan yang
Sore itu, untuk pertama kalinya sejak mendirikan Mahendra Konstruksi, Arga merasa masa depannya hanya bergantung pada satu pertemuan. Proyek kawasan