IBU SEORANG PEMBANTU RUMAH MENGGUNAKAN SUNTIKAN KECEMASAN TERAKHIRNYA
Puan Surti tidak sempat berkata apa-apa apabila dua anggota polis memasuki ruang utama rumah agam itu. Seorang pegawai berpangkat inspektor
Puan Surti tidak sempat berkata apa-apa apabila dua anggota polis memasuki ruang utama rumah agam itu. Seorang pegawai berpangkat inspektor
Reno tidak tahu berapa lama dia berdiri di situ. Bunyi penghawa dingin yang biasanya langsung tidak disedarinya kini terasa seperti
Aku dinyatakan hilang selama dua belas tahun. Sampai suatu hari, polisi akhirnya menemukan mobilku di dasar sebuah danau. Dan orang
Pemacu USB kecil itu kelihatan tidak lebih besar daripada ibu jari, tetapi cara Hendra memandangnya membuatkan Kirana tahu bahawa benda
Aku selalu mengira putriku alergi terhadap makanan yang kubuat di rumah, sampai suatu pagi aku memergoki kakak iparku diam-diam meneteskan
Begitu melihat isi dokumen pertama di dalam map itu, napasku langsung tercekat. Namaku tertulis jelas di sana. Bukan sebagai pihak
Suara Siska yang terakhir itu bergema di seluruh taman. “Kamu semua dah tahu di mana dia perlu dikurung.” Tiada siapa
Namaku Hendra Wijaya, 81 tahun, pendiri sekaligus pemilik Wijaya Mart, salah satu jaringan supermarket terbesar di Indonesia. Orang-orang mengenalku sebagai
Jangan. Aku ingin berteriak ketika jemari Adrian menyentuh ujung kain putih itu. Jangan buka. Bukan karena aku takut dia melihat
“Dia tahu siapa kamu sebenarnya jauh sebelum kamu melangkah masuk ke kedai ini.” Kata-kata Herman membuatkan Maya terasa seolah-olah seluruh