AKU BARU LULUS DARI FAKULTAS EKONOMI DAN TIDAK PUNYA BANYAK UANG
Pot itu tampak lebih miring dibanding kemarin. Aku berjongkok, berniat meluruskannya agar tidak jatuh. Begitu kusentuh, tanah di bawahnya ternyata […]
Pot itu tampak lebih miring dibanding kemarin. Aku berjongkok, berniat meluruskannya agar tidak jatuh. Begitu kusentuh, tanah di bawahnya ternyata […]
Tirai tipis bergoyang pelan diterpa angin malam. Aku menahan napas, jantungku berdetak begitu keras hingga kupikir semua orang di dalam
Alya menutup kotak hadiah di tangannya perlahan. Di dalam kotak itu hanya ada sebuah jam tangan mewah edisi terbatas yang
Maya berdiri ragu di depan pintu kaca Imperial Grand Bank. Gaun sederhana yang basah oleh hujan membuatnya menjadi pusat perhatian.
Daniel berdiri membelakangi pintu dapur. Tangannya gemetar saat meletakkan sepotong rendang ke piring yang tidak berisi nasi. Lalu, sesuatu yang
Isabel berjalan perlahan melewati lobi marmer yang setiap hari dibersihkan hingga mengilap. Tidak ada seorang pun yang menawarkan bantuan. Padahal,
“Halo?” Suara itu tenang, berat, dan penuh wibawa. Seluruh ruang sidang mendadak hening. Jiro memejamkan mata. Ia mengenali suara itu
Mata wanita itu membelalak begitu melihat liontin yang tergantung di leher Doña Victoria. Tangannya yang kurus gemetar. Air matanya langsung
Tiga titik kecil. Tersusun membentuk segitiga sempurna di belakang lehernya. Dunia di sekelilingku lenyap. Suara mesin, teriakan para mandor, bahkan
“Aku mengatakan itu karena…” suaranya serak, “…bayi itu hidup… karena aku.” Aku membeku. “Apa maksudmu?” Pria itu menatap sekeliling, memastikan