SAYA ADA DI BANDARA INTERNASIONAL SOEKARNO-HATTA TERMINAL 3 UNTUK MENGANTAR SAHABAT SAYA
Bima membeku. Wajahnya yang semula penuh senyum langsung pucat. Tangannya yang masih melingkari pinggang Trina perlahan terlepas. “C… Celine?” Aku […]
Bima membeku. Wajahnya yang semula penuh senyum langsung pucat. Tangannya yang masih melingkari pinggang Trina perlahan terlepas. “C… Celine?” Aku […]
Silvi menggenggam erat foto-foto itu. Air matanya menetes satu per satu membasahi kertas mengilap yang kini terasa seperti pisau yang
Baskara tak mampu mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya mengangguk pelan. Bumi segera mengepalkan tangan mungilnya. Tok…Tok…Tok… Tiga ketukan kecil
Aku menelepon orang pertama bahkan sebelum koperku kubuka. “Selamat malam, Bu Nadia,” suara tenang seorang pria terdengar dari seberang. “Saya
Derit pintu itu memantul di dalam bukit. Pak Hasan dan Bu Siti saling berpandangan. Sesaat, tidak ada yang bergerak. Udara
Kotak putih itu berada di tanganku. Tidak besar. Tidak dihias pita mewah seperti hadiah-hadiah lain. Namun justru kotak itulah yang
Tangan Baskara membeku. Dunia di sekelilingnya mendadak sunyi. Suara kendaraan di jalan raya, rintik air yang masih menetes dari atap
Kemunculan nenek itu membuat suasana pesta yang semula hangat berubah hening. Perempuan tua bernama Nenek Sulastri itu datang dengan kebaya
Ketika aku membuka selimutnya, aku langsung terpaku. Di bagian punggung bawah dan pinggul ibu mertua tampak luka besar yang menghitam.
Pak Bima sedang memeluk erat… seorang perempuan tua yang pakaiannya compang-camping. Perempuan itu kurus sekali. Rambutnya memutih, wajahnya dipenuhi lumpur,