ANAKKU TIBA-TIBA BERBISIK: “BU, AYAH PUNYA WANITA LAIN…
Ardi memanggil dari ruang tamu dengan suara setenang biasanya. “Sayang? Kamu di rumah?” Jantungku berdegup begitu keras hingga rasanya ia […]
Ardi memanggil dari ruang tamu dengan suara setenang biasanya. “Sayang? Kamu di rumah?” Jantungku berdegup begitu keras hingga rasanya ia […]
Wanita itu berdiri di depan pagar besi yang masih dihiasi rangkaian bunga ucapan selamat. Matanya memerah. Tubuhnya kurus. Pakaian yang
Pria itu berjalan perlahan. Rambutnya sudah memutih di pelipis, tetapi posturnya masih tegak. Tatapannya tajam, namun ketika matanya jatuh pada
Rina berdiri mematung. Map lamaran di tangannya hampir terjatuh. Matanya bergantian memandang wajah Ardi, lalu papan nama di atas meja
Malam itu aku duduk di lorong rumah sakit sambil memegang ponsel yang terus terasa berat di tanganku. Tiga miliar rupiah.
…Hujan mulai turun saat Aisyah menyalakan mesin mobil. Rintik-rintik kecil berubah menjadi hujan deras hanya dalam hitungan menit. Wiper bergerak
Map itu tidak tebal. Hanya beberapa lembar. Tetapi ketika aku membukanya perlahan, semua mata langsung tertuju ke sana. Tidak ada
Rizky tinggal di sebuah perumahan mewah di kawasan Jakarta Selatan. Rumah dua lantai itu memiliki pagar otomatis, kamera CCTV di
Raka tidak langsung menjawab. Ia hanya menunduk perlahan. Kemudian, tanpa berkata apa-apa, ia mengeluarkan sebuah dompet kain lusuh dari sakunya.
Bagian 2: Nilai yang Tidak Pernah Terlihat “Ya Tuhan…” bisik kurator itu. Tangannya yang semula tenang mulai sedikit bergetar. Ia