AKU DIRAMPOK OLEH IBUKU SENDIRI. DIA MENGHABISKAN TABUNGANKU
Aku menelepon orang pertama bahkan sebelum koperku kubuka. “Selamat malam, Bu Nadia,” suara tenang seorang pria terdengar dari seberang. “Saya […]
Aku menelepon orang pertama bahkan sebelum koperku kubuka. “Selamat malam, Bu Nadia,” suara tenang seorang pria terdengar dari seberang. “Saya […]
Derit pintu itu memantul di dalam bukit. Pak Hasan dan Bu Siti saling berpandangan. Sesaat, tidak ada yang bergerak. Udara
Kotak putih itu berada di tanganku. Tidak besar. Tidak dihias pita mewah seperti hadiah-hadiah lain. Namun justru kotak itulah yang
Tangan Baskara membeku. Dunia di sekelilingnya mendadak sunyi. Suara kendaraan di jalan raya, rintik air yang masih menetes dari atap
Kemunculan nenek itu membuat suasana pesta yang semula hangat berubah hening. Perempuan tua bernama Nenek Sulastri itu datang dengan kebaya
Ketika aku membuka selimutnya, aku langsung terpaku. Di bagian punggung bawah dan pinggul ibu mertua tampak luka besar yang menghitam.
Pak Bima sedang memeluk erat… seorang perempuan tua yang pakaiannya compang-camping. Perempuan itu kurus sekali. Rambutnya memutih, wajahnya dipenuhi lumpur,
Ardi memanggil dari ruang tamu dengan suara setenang biasanya. “Sayang? Kamu di rumah?” Jantungku berdegup begitu keras hingga rasanya ia
Wanita itu berdiri di depan pagar besi yang masih dihiasi rangkaian bunga ucapan selamat. Matanya memerah. Tubuhnya kurus. Pakaian yang
Pria itu berjalan perlahan. Rambutnya sudah memutih di pelipis, tetapi posturnya masih tegak. Tatapannya tajam, namun ketika matanya jatuh pada