SUAMI AKU CUBA MEMASUKKAN DADAH KE DALAM MINUMANKU DI MAJLIS GALA KELUARGA
Dina mengangkat gelas jus oren itu perlahan-lahan. Dari sebelahnya, dia dapat merasakan pandangan Rendra tidak pernah beralih daripada tangannya. “Minumlah,”
Dina mengangkat gelas jus oren itu perlahan-lahan. Dari sebelahnya, dia dapat merasakan pandangan Rendra tidak pernah beralih daripada tangannya. “Minumlah,”
Sejak sore ketika Bu Ratih melihat bekas luka di punggung Raka, satu hal terus menghantui pikirannya. Anak itu harus diselamatkan.
Aku mengenali suara itu. Nara. Putriku benar-benar pulang. Dan ia tidak sendirian. Dari bawah tempat tidur, aku hanya bisa melihat
Maya tidak menunggu matahari terbit untuk membuat keputusan. Pada pukul 3.17 pagi, ketika seluruh rumah masih sunyi, dia duduk di
Malam itu aku meninggalkan rumah keluarga Rendra hanya dengan satu koper, laptop, dan map berisi dokumen penting. Bu Mira berdiri
Maya tidak terus menjawab. Dia hanya memandang Arini dengan tenang, seolah-olah mahu memastikan dia tidak tersalah dengar. “Jadi, puan mahu
Ratna tidak langsung membawa faktur itu kepada Aris. Ia memotretnya, menyimpan salinan digital di tiga tempat berbeda, lalu mengembalikan kertas
Tangisan Arka terdengar berbeda sore itu. Bukan tangisan keras seorang bayi yang lapar atau minta digendong. Suaranya justru semakin lirih,
“Tari.” Satu kata itu terdengar nyaris seperti embusan napas, tetapi cukup membuat seluruh tubuh Tari membeku. Kain basah terlepas dari
Aku tidak pernah membayangkan kepulanganku ke Jakarta akan dimulai dengan menemukan putriku sendiri mengais makanan dari tempat sampah. Beberapa jam