BAYANGKAN PERKAHWINANMU RUPA-RUPANYA SATU SUMPAHAN, DAN PENGANTIN PEREMPUANMU
Aku membuat keputusan yang mungkin paling bodoh dalam hidupku. Aku tidak pergi. Sebaliknya, aku menggenggam kunci tembaga itu dan berkata
Aku membuat keputusan yang mungkin paling bodoh dalam hidupku. Aku tidak pergi. Sebaliknya, aku menggenggam kunci tembaga itu dan berkata
Namun malam itu, aku akhirnya sedar bahawa bilik bawah tanah itu bukanlah perkara yang paling menakutkan di dalam rumah tersebut.
Bima tidak menggulung tubuhnya. Dia terbentang lurus di sebelahku, kaku seperti sebatang kayu hidup yang panjangnya hampir memenuhi katil. Kepalanya
“Hari ini adalah hari yang sangat istimewa bagi keluarga kami,” ujar Ibu Sarah sambil mengangkat gelasnya tinggi-tinggi. Senyumnya begitu sempurna.
Aku masih memandang pintu restoran ketika Kapten Al Merah bersuara. “Jangan kejar dia.” Aku menoleh pantas. “Tapi, Tuan, Aryo mungkin
Suara operator kecemasan itu membuatkan wajah Dimas berubah serta-merta. Bukan marah. Takut. Dia menarik telefon itu keluar dari tanah dengan
Hujan semakin lebat ketika suara Budi bergema dari pembesar suara telefon saya. “Sekarang kita mulakan.” Saya menggenggam stereng sehingga buku
Aku masih memegang gelas wine ketika udara di ruang makan tiba-tiba berubah dingin. Bukan dingin karena pendingin ruangan. Aku mengenal
Suara Anton di ujung telepon mendadak hilang. Bukan karena sambungan terputus. Aku masih bisa mendengar suara pendingin udara dari kantornya
Enam tahun berlalu sejak Adrian Villareal terakhir kali memeluk Lara. Namun pagi itu, di tengah hiruk-pikuk jalanan Jakarta, ia menemukan